Skip to main content

Posts

SABAR...

. Sabar...mudah-mudahan kata ini cocok untuk semua orang. baik yang sedang mempunyai masalah, cobaan ataupun dalam keadaan senang. Memang, yang namanya hati itu tidak pernah ada yang bisa menduga secara pasti, terkadang kita mudah sekali untuk bisa mengeluarkan amarah namun terkadang kita juga dapat menahannya. Oke, kita coba untuk membahas untuk hari ini. Awal mulanya saya melihat bahwa belakangan ini banyak terjadi yang namanya kerusuhan, baik demo ataupun tawuran antar pelajar atau suku. Kalo kita jeli, maka kita dapat meruntut permasalahan tersebut, sebagai contoh, mengapa kerusuhan harus terjadi??bukannya awal nya masing-masing pihak tidak ada yang menginginkan untuk terjadinya kerusuhan?? dalam kacamata saya, ada suatu sifat yang kurang dapat ditanamkan di Bangsa ini sehingga timbulah hal-hal tersebut, kunci dari segalanya adalah SABAR, bagaimana kita bisa sabar untuk menahan ucapan yang dapat menyakiti seseorang, bagaimana kita harus sabar dalam menghadapi masyarakat yang memi...

IKHLAS....

Ikhlas...Memang suatu kata yang memiliki arti yang sangat dalam. Ikhlas berarti kita melaksanakan dengan sepenuh hati, baik kita mengetahui akan mendapatkan sesuatu akibat dari sikap kita maupun tidak mendapatkan sesuatu, sehingga seseorang apabila di ikhlas dalam melaksanakan suatu pekerjaan dia tidak akan berbicara dengan maksud orang lain tahu bahwa itu merupakan perkerjaan dia. sehingga timbulah rasa ujub atau berbangga hati yang berujung pada rasa sombong. tidak disadari, dalam kehidupan kita sehari-hari, banyak hal yang dapat dijadikan contoh untuk masalah perkara ikhlas ini. saya ambil contoh, seseorang yang ingin memberikan sodaqoh, infaq atau zakat dengan syarat dapat ditulis namanya sebagai donatur atau lain sebagainya. secara logika, mungkin si pengelola ingin memberikan penghargaan atas apa-apa yang diberikan oleh pensodaqoh, saya kira sah-sah saja, namun apabila seorang tersebut tidak mau untuk memberikan sodaqohnya hanya karena tidak ditulis dalam nama pensodaqoh, mun...

AMANAT...

Amanat,,,mungkin kata yang sangat familiar didengar oleh kita. Sepertinya mudah untuk mengucapkannya namun pelaksanaannya mungkin berat. Amanat artinya menyampaikan sesuatu dari seseorang yang memberikan kepercayaan kepadanya agar dapat disampaikan kepada yang berhak untuk menerima sesuatu tersebut. Nah loh....jelimet kan???... sebenarnya amanat itu jika dapat dilaksanakan akan mendapatkan pahala yang besar, namun sebaliknya, jika amanat itu tidak disampaikan maka akan mendapatkan kerugian yang besar pula. seperti hadits menyebutkan : "Al amanatu tazjribul rizko, Wal khianatu tazjribul faqro", bahwa amanat jika disampaikan kepada yang berhak disampaikan, maka akan mendatangkan rizki baginya, namun sebaliknya, jika seseorang tidak mendatangkan pada amanat tersebut, maka akan datang kepadanya berupa kefakiran.... Nah, jika diperhatikan dengan seksama, banyak hal-hal yang dalam kehidupan sehari-hari atau bahkan kehidupan berbangsa kurang dapat menerapkan sifat amanat. sebagai c...

SYUKUR...

Alhamdulillahirabbil alamin…. Mungkin atau bahkan cuma satu itu yang bisa saya ucapkan atas segala karuniaNya yang telah diberikan kepadaku, keluargaku dan segalanya apa-apa yang diberikanNya.. Ketika berhenti di terminal, seperti biasa klo mau berangkat ke Bandung pasti ngetem di situ, sambil melihat kiri dan kanan, ternyata mataku terlihat pada seorang pedagang yang masuk ke dalam bus, dia menjajakan bolpoit yang harganya lumayan murah, Rp. 5000 untuk satu lusin, tapi sayangnya di dalam bus tidak ada yang membeli, termasuk saya, saya berfikir untuk apa banyak-banyak membeli bolpoint tersebut toh malah jadi mubajir untuk saat itu. Namun sepintas aku berfikir, ternyata untuk mendapatkan uang yang nilainya tidak seberapa (maksudnya mungkin untuk makan sehari saja gak cukup) dia sampai berusaha mati-matian gitu… mungkin dia punya kewajiban untuk membiayai anak dan istri atau bahkan orang tuanya, aku sedikit merenung, jika di bandingkan dengan a...

Nasibmu LDII

waduh....dari abis dzuhur ampe mo magrib baca postingan tentang "LDII", kayaknya ga ada matinya, baik yang pro maupun yang kontra, semua punya argumen masing-masing. tiba-tiba koq pengen nulis sesuatu tentang apa yang namanya mahluk "LDII" itu, sampe fenomenal gitu... mungkin saya salah satu orang yang ga terlalu pandai dalam menulis sehingga dapat mempengaruhi seseorang, namun saya juga bukan orang yang ahli dalam masalah agama, namun saya berusaha untuk memahami agama yang saya yakini sebagai bekal untuk hidup saya dimana say akan hidup selama-lamanya...yaitu di akhirat nanti. singkat cerita, kadang heran liat komentar yang seabreg gitu baik yang positif ato yang negatif, koq orang sampe antusias gitu, ada apa sih gerangan???... hanya mencoba menganalisis sebagai orang awam yang kurang banyak mengerti dibandingkan mereka yang berkomentar, dan saya yakin orang yang komentar tersebut memiliki dasar ilmu yang luar biasa dibandingkan saya. klo dilihat sejarahny...

Takut Miskin

TAKUT MISKIN Mengingat harga-harga barang kebutuhan terus meningkat, seorang pemuda selalu mengeluh karena tak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya.  Setelah berdiskusi dengan seorang kiai makrifat, pemuda itu pun mengikuti anjurannya untuk menjalankan shalat Hajat serta tetap istiqomah melaksanakan shalat wajib lima waktu.  ”Pak Kiai, tiga tahun sudah saya menjalankan ibadah sesuai anjuran Bapak. Setiap hari saya shalat Hajat semata-mata agar Allah SWT melimpahkan rezeki yang cukup. Namun, sampai saat ini saya masih saja miskin,” keluh si pemuda.  “Teruskanlah dan jangan berhenti, Allah selalu mendengar doamu. Suatu saat nanti pasti Allah mengabulkannya. Bersabarlah!” Jawab sang kiai.  ”Bagaimana saya bisa bersabar, kalau semua harga kebutuhan serba naik! Sementara saya masih juga belum mendapat rezeki yang memadai. Bagaimana saya bisa memenuhi kebutuhan hidup?”  ”Ya tentu saja tetap dari Allah, pokoknya sabar, pasti ada jalan keluarnya. Teruslah beribadah.”  ”Percuma saja Pak Kiai. Seti...

Ghazwul Fikri

Seorang wanita berjilbab rapi tampak sedang bersemangat mengajarkan sesuatu kepada murid-muridnya. Ia duduk menghadap murid-muridnya. Di tangan kirinya ada kapur, di tangan kanannya ada penghapus. Sang guru berkata, "Saya punya permainan... Caranya begini, di tangan kiri saya ada kapur, di tangan kanan ada penghapus.Jika saya angkat kapur ini, maka berserulah "Kapur.!", jika saya angkat penghapus ini, maka berserulah "Penghapus!" Murid munidnya pun mengerti dan mengikuti. Sang guru berganti-gantian mengangkat antara kanan dan kiri tangannya, semakin lama semakin cepat. Beberapa saat kemudian sang guru kembali berkata, "Baik sekarang perhatikan. Jika saya angkat kapur, maka berserulah "Penghapusl" , jika saya angkat penghapus, maka katakanlah "Kapur!". Dan dijalankanlah adegan seperti tadi, tantu saja munid-munid kerepotan dan kelabakan, dan sangat sulit untuk merubahnya. Namun lambat laun, mereka bisa beradaptasi dan tidak lagi sulit. S...